Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)
LAGI-lagi Kang Dedi Mulyadi (KDM) buat kebijakan yang luar biasa lur, yaitu KDM meminta orang tua murid membuat perjanjian atau surat pernyataan tidak akan memidanakan atau menggugat guru. Hal itu disampaikan Dedi jelang Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) ke SMA, SMK dan SLB negeri.
KDM mengatakan,”Saya sampaikan kepada seluruh orang tua yang akan memasukkan anaknya ke sekolah-sekolah di seluruh Provinsi Jawa Barat, terutama yang di bawah kepemimpinan Provinsi Jawa Barat, di bawah kekuasaan, pengelolaan, kewenangan, kami harapkan orang tuanya untuk membuat surat pernyataan tidak akan mempidanakan guru, menggugat perdata guru, apabila guru bertindak demi kebaikan muridnya, demi pendidikan muridnya,” ucap KDM di akun TikTok resmi @dedimulyadiofficial.
KDM menambahkan,”Jika guru melakukan tindakan kejahatan dan termasuk perkara pidana, ya silahkan untuk dilaporkan ke polisi,”ujarnya.
Penulis secara blak-blakan setuju dengan kebijakan dari KDM tentang orang tua murid membuat perjanjian atau surat pernyataan tidak akan memidanakan atau menggugat guru, kecuali jika guru melakukan kejahatan dan termasuk perkara pidana.
Justru penulis mengajak untuk memulaikan guru kita, jangan pidanakan guru kita, insyaAllah hidup kita berkah.
Terus jika pembaca yang budiman bertanya, guru juga manusia, bisa berbuat salah. Ya guru juga manusia, seperti bunyi syair sebuah lagu, rocker juga manusia, ustadz juga manusia, yang bisa berbuat salah.
Nah terus bagaimana jika ada seorang guru benar-benar melakukan kesalahan, selain kesalahan yang termasuk pidana.
Ya kita sebagai seorang murid, kita doakan semoga guru tersebut tidak melakukannya lagi atau berubah perilakunya.
Jika belum juga berubah, maka kita secara 4 mata mengatakan dengan penuh kesopanan, tentang kesalahan guru tersebut.
Jika belum berubah juga, maka kita selesaikan secara kekeluargaan dengan pihak sekolah bisa dengan guru Bimbingan Konseling (BK), wakasek dan terakhir ke Kasek.
Belajar bukan hanya tentang mencari pengetahuan, melainkan juga tentang memuliakan guru. Sayangnya, adab ini mulai memudar di kalangan sebagian pelajar dan orang tua kita.
Banyak yang melupakan bahwa kesuksesan sejati tidak diukur dari banyaknya materi yang dikuasai, tetapi dari keberkahan ilmu yang diperoleh dan keberkahan itu berakar pada penghormatan kepada guru.
Ayo mulai sekarang, kita semua harus lebih menghormati dan memuliakan guru-guru kita, agar hidup kita tambah berkah, sukses dunia dan akhirat. Jayalah Indonesiaku.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















