
Teknologi irigasi AWD (Alternate Wetting and Drying) yang memungkinkan pengairan sawah dilakukan hanya saat air di dalam tanah mencapai batas tertentu. Sistem ini dilengkapi sensor ketinggian air yang terhubung ke aplikasi ponsel, sehingga petani bisa memantau kondisi lahan secara real time.
Ketua Kelompok Tani Nurul Amal Jayawangi Farm, Ujang Hamdan, menyambut baik program ini.
“Kami sangat antusias. Ini menjadi pengalaman dan ilmu baru bagi kami. Harapan kami, implementasi teknologi pertanian modern ini mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi biaya, dan tentu saja pendapatan petani,” ungkapnya.
Manager PLN UPT Bogor, Dhany Priatna, menambahkan bahwa implementasi Electrifying Agriculture juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya pilar ke-2 tentang tanpa kelaparan dan pilar ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
“Menggabungkan teknologi pertanian modern dengan pemanfaatan energi listrik adalah wujud nyata komitmen kami untuk terus memberi kontribusi pada masyarakat, terutama di sekitar wilayah aset PLN,” tutup Dhany.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















