
Komponen Indeks Ekspektasi (IE) yang menjadi bagian dari IKK memang menurun ke angka 114,1 dari 114,9 pada bulan sebelumnya, namun tetap berada di atas angka 100 yang menunjukkan optimisme. Di sisi lain, Indeks Situasi Saat Ini (ISSI) mengalami sedikit penguatan dari 79,4 menjadi 79,9.
Penurunan IKK dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk kenaikan harga kebutuhan pokok, melambatnya penciptaan lapangan kerja, tingginya harga pupuk, serta kondisi cuaca ekstrem yang berdampak pada hasil pertanian, khususnya untuk komoditas pangan.
Meskipun curah hujan tinggi membantu ketersediaan air bagi pertanian padi, kondisi ini justru menyulitkan pertumbuhan tanaman hortikultura yang sensitif terhadap kelembapan tinggi.
Namun demikian, penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat berpendapatan rendah berhasil menopang daya beli mereka. Perbaikan infrastruktur publik serta berbagai insentif ekonomi dalam rangka liburan sekolah juga turut membantu menahan penurunan IKK agar tidak lebih dalam.
Jika dilihat berdasarkan tingkat pendapatan, IKK pada Juni 2025 mengalami penurunan pada beberapa kelompok. Kelompok RT berpenghasilan antara Rp1,5 juta–Rp3 juta per bulan mencatat penurunan tertinggi sebesar 0,9 poin, disusul oleh kelompok berpendapatan Rp3 juta–Rp7 juta yang turun 0,3 poin. Sebaliknya, kelompok RT dengan penghasilan hingga Rp1,5 juta justru mencatat kenaikan paling besar yaitu 2,6 poin. Kelompok berpendapatan di atas Rp7 juta per bulan tetap stabil di atas angka 100, bahkan mengalami penguatan sebesar 2,4 poin.(mg2)
Sumber: okezone.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















