Laporan PBB: Perusahaan Global Diduga Dukung Serangan Israel ke Palestina

Perusahaan Teknologi Amerika: Microsoft, Amazon, Alphabet (Google)
Ketiga raksasa teknologi asal AS ini disebut memberikan akses luas kepada pemerintah Israel terhadap teknologi komputasi awan dan kecerdasan buatan. IBM dan Palantir juga disebut karena menyediakan perangkat keras serta software untuk keperluan militer dan analisis data.

Booking Holdings (Belanda) & Airbnb Inc (AS)
Laporan PBB juga mencatat bahwa kedua perusahaan ini mendukung pembangunan pemukiman Israel melalui penyewaan properti di wilayah pendudukan seperti Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Jumlah properti yang terdaftar meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir, yang menurut laporan, turut mempersempit ruang gerak warga Palestina.

BACA JUGA :  Lari Pagi atau Lari Sore, Mana yang Lebih Baik? Ini Perbedaan Manfaatnya untuk Tubuh

HD Hyundai (Korea Selatan), Volvo Group (Swedia)
Perusahaan-perusahaan produsen alat berat ini dikaitkan dengan penghancuran rumah dan properti milik warga Palestina. Volvo, misalnya, diketahui telah memasok peralatan konstruksi melalui distributor resmi di Israel dan bahkan memproduksi bus lapis baja untuk keperluan militer.

Laporan juga menyebut beberapa perusahaan lain yang terlibat, seperti:

  • BNP Paribas (Prancis) – sektor keuangan
  • Barclays (Inggris) – sektor keuangan
  • Orbio (Meksiko) – sektor pertanian
  • Chevron (Amerika Serikat) – energi dan listrik
  • Glencore (Swiss) – energi
  • BP (Inggris) – energi
BACA JUGA :  SPMB 2026 Kabupaten Bogor Resmi Dibuka, Simak Jadwal Lengkapnya

Semua perusahaan yang terdaftar diduga berkontribusi dalam mendukung operasi militer dan aktivitas ekonomi Israel di wilayah pendudukan Palestina.(mg2)

Sumber: cnnindonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel      

 

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================