
LNG dan BBM: Status Berbeda
Komoditas LNG juga termasuk dalam daftar impor dari AS. Namun, untuk produk Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti bensin dan solar, Yuliot menyebut masih dalam tahap kajian lebih lanjut. Pasalnya, Indonesia tengah fokus meningkatkan produksi BBM dalam negeri melalui proyek peningkatan kapasitas dan efisiensi kilang nasional.
“Untuk BBM, kita masih pertimbangkan karena kita berupaya meningkatkan produksi dari dalam negeri, terutama setelah selesainya perbaikan dan upgrade teknologi kilang-kilang kita,” kata Yuliot.
Menunggu Keputusan Negosiasi
Hingga saat ini, rincian volume impor energi dari AS masih belum diungkap secara resmi. Wamen ESDM menyebut, keputusan akhir akan mengikuti hasil negosiasi perdagangan yang dipimpin langsung oleh Menko Perekonomian.
“Jadi kita tunggu hasil negosiasinya. Itu akan menentukan waktu dan volume realisasi impor,” ujarnya.
Langkah Indonesia mengalokasikan anggaran besar untuk pembelian energi dari AS mencerminkan pendekatan strategis dan diplomatis dalam menghadapi tekanan dagang global.
Di satu sisi, Indonesia menjaga hubungan baik dengan mitra ekonomi besar seperti AS, dan di sisi lain tetap memprioritaskan pemenuhan kebutuhan energi nasional serta penguatan kapasitas produksi dalam negeri.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















