BOGORTODAY.COM – Harga Bitcoin (BTC) kembali mencatatkan pencapaian baru dengan menembus angka 118.000 dolar AS—angka tertinggi dalam sejarah mata uang kripto tersebut. Kenaikan ini terjadi di tengah situasi ekonomi dan geopolitik global yang tidak menentu, yang justru memperkuat pandangan sebagian investor bahwa Bitcoin kini dipandang sebagai aset aman layaknya emas.
Seperti dilaporkan oleh The Independent pada Jumat (11/7/2025), lonjakan ini mulai terbentuk sejak Presiden AS Donald Trump menetapkan Liberation Day pada 2 April 2025. Dalam momen itu, Trump mengumumkan kebijakan tarif impor terhadap mayoritas produk dari luar negeri yang masuk ke Amerika Serikat.
Saat pasar saham global mengalami penurunan akibat kebijakan tersebut, harga Bitcoin justru melonjak dari kisaran 70.000 dolar AS menuju nilai tertingginya. Pemicu utamanya adalah keputusan Trump melalui perintah eksekutif untuk membentuk cadangan strategis Bitcoin di AS, yang ia sebut sebagai “Benteng Knox virtual untuk emas digital”.
Langkah ini menandai meningkatnya pengakuan terhadap Bitcoin di level pemerintahan dan lembaga keuangan. CEO deVere Group, Nigel Green, menyatakan bahwa Bitcoin kini mulai masuk ke dalam kerangka ekonomi nasional Amerika Serikat, sekaligus menjadi bagian dari kebijakan perbendaharaan perusahaan serta portofolio institusional.
“Ketika pemerintah mulai mempertimbangkan Bitcoin sebagai bagian dari cadangan negara, hal ini mengubah cara pandang terhadap risiko di tingkat global,” ujar Green. Ia juga menekankan bahwa keputusan ini memberi tekanan kepada negara dan lembaga lain untuk ikut mengambil sikap terhadap Bitcoin.
Meski masih tergolong sebagai aset dengan volatilitas tinggi, sejak Mei 2025 harga Bitcoin relatif stabil di kisaran 100.000–110.000 dolar AS. Karena jumlah Bitcoin terbatas hanya 21 juta unit sejak diluncurkan pada 2009, Bitcoin sering dibandingkan dengan emas sebagai aset penyimpan nilai, dan kestabilan harga terbaru memperkuat persepsi tersebut.
CEO OKX US, Roshan Roberts, menyatakan bahwa Bitcoin menunjukkan kekuatannya saat ketegangan perdagangan meningkat dan nilai altcoin menurun. Ia menyebut BTC kini diperlakukan sebagai alat lindung nilai makro oleh berbagai lembaga dan dianggap sebagai kelas aset yang kian dewasa. Menurutnya, bulan Juli akan menjadi ujian bagi pasar, namun Bitcoin dinilai siap menghadapinya.
Prospek ke depan pun menunjukkan optimisme. Dalam survei terbaru yang dilakukan oleh situs perbandingan keuangan Finder, analis kripto memperkirakan harga Bitcoin dapat mencapai rata-rata 145.167 dolar AS pada akhir 2025. Beberapa pakar bahkan memperkirakan nilai Bitcoin dapat melonjak hingga 458.000 dolar AS sebelum akhir dekade ini.
Josh Fraser, salah satu pendiri platform Origin Protocol, menilai tren ini sebagai bentuk peralihan ke aset keras, di tengah kekhawatiran atas inflasi akibat pencetakan uang fiat yang terus-menerus. Ia membandingkan Bitcoin dengan emas yang selama ratusan tahun telah menjadi alat penyimpan nilai, dan kini, menurutnya, Bitcoin muncul sebagai alternatif yang lebih baik.
Namun, tidak semua pihak melihat masa depan Bitcoin dengan antusias. John Hawkins, dosen senior dari University of Canberra, memprediksi bahwa harga Bitcoin bisa turun hingga ke angka 80.000 dolar AS. Ia menilai kenaikan harga saat ini bersifat artifisial karena didorong oleh kebijakan pemerintahan Trump. Ia juga menyebut bahwa Bitcoin masih gagal memenuhi tujuannya sebagai alat pembayaran umum, meski telah berusia 16 tahun.
“Bitcoin dan kripto lainnya sebenarnya dipromosikan sebagai alternatif dari sistem keuangan yang dikendalikan pemerintah, namun kini justru bergantung pada dukungan politik,” ujar Hawkins. Menurutnya, instrumen ini belum memiliki nilai fundamental yang kuat hingga saat ini.(mg2)
Sumber: kompas.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















