
Tulang rawan yang lebih lunak memungkinkan bayi beradaptasi dengan ruang terbatas di rahim dan melewati saluran lahir dengan lebih mudah. Selain itu, kelenturan tulang juga mendukung gerakan dan pertumbuhan cepat di awal kehidupan.
Karp menyebutkan bahwa banyak orang tua mengenal titik lunak di kepala bayi yang disebut fontanel, yaitu ruang antara bagian tulang tengkorak yang belum menyatu. Titik ini memungkinkan tengkorak bayi menyesuaikan bentuknya saat proses persalinan.
Seiring waktu, tulang bayi tumbuh dengan cepat terutama di ujung-ujung tulang, tempat lempeng pertumbuhan berada. Ketika anak berhenti tumbuh, lempeng tersebut akan menutup. Proses ini dipengaruhi oleh faktor seperti genetika, hormon, aktivitas fisik, dan nutrisi.
Menjaga Kesehatan Tulang Anak
Penting bagi anak untuk mendapatkan asupan kalsium dan vitamin D yang cukup sejak dini. Hampir seluruh kalsium tubuh anak disimpan dalam tulang dan gigi, namun tubuh tidak bisa memproduksi kalsium sendiri, sehingga harus diperoleh dari makanan.
Vitamin D diperlukan agar tubuh dapat menyerap kalsium dengan baik. Bayi mendapatkan kalsium dari ASI atau susu formula, namun bayi yang disusui, baik secara penuh atau sebagian, tetap membutuhkan suplemen vitamin D sejak lahir.
Ketika anak mulai makan makanan padat, penting untuk tetap menjaga asupan kalsium dan vitamin D melalui makanan seperti yogurt, keju, tahu, kuning telur, salmon kalengan, dan kacang-kacangan.
Dr. Hyer menjelaskan bahwa paparan sinar matahari langsung selama beberapa menit dapat membantu tubuh mengubah zat prekursor menjadi bentuk aktif vitamin D. Selain itu, aktivitas fisik seperti berlari, melompat, dan bermain juga sangat penting, karena tulang akan menjadi lebih kuat saat mendapat tekanan atau beban dari aktivitas tersebut.(mg2)
Sumber: merdeka.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















