BOGORTODAY.COM – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat bahwa jumlah penduduk Indonesia hingga semester I-2025 mencapai 286.693.693 jiwa. Angka ini menunjukkan peningkatan sekitar 1,7 juta jiwa dibandingkan semester II tahun 2024.
Lonjakan ini menguatkan pentingnya pengelolaan kependudukan secara strategis dan menyeluruh. Pemerintah pun meresponsnya dengan meluncurkan Desain Besar Pembangunan Kependudukan (DBPK) 2025–2045 sebagai kerangka utama untuk pembangunan nasional yang terencana dan berkelanjutan.
Laki-Laki Masih Mendominasi Jumlah Penduduk
Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menyampaikan bahwa jumlah penduduk laki-laki lebih banyak sekitar 2,6 juta jiwa dibandingkan perempuan.
Kesenjangan ini penting dicermati dalam konteks perencanaan pembangunan, terutama dalam sektor kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, hingga perlindungan sosial.
“Pembangunan kependudukan adalah kunci. Apalagi jumlah penduduk Indonesia terus bertambah. DBPK adalah langkah strategis menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Teguh dalam Peluncuran DBPK 2025–2045, Jumat (11/7/2025).
DBPK Jadi Pilar Penentu Arah Pembangunan Nasional
DBPK diposisikan sebagai acuan penting dalam mendukung RPJPN (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional) dan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional).
Teguh menekankan, strategi pembangunan harus berbasis data penduduk agar hasilnya lebih terarah dan merata.
“Dokumen ini akan memandu kita untuk memastikan pembangunan manusia dilakukan secara terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















