Hari Koperasi: Mengenang Dua Tokoh Besar di Balik Gerakan Ekonomi Kerakyatan

Di komunitas pekerja New Lanark, Skotlandia, Owen memperkenalkan sistem distribusi kebutuhan yang adil, pendidikan gratis, serta jam kerja manusiawi.

Meskipun banyak eksperimennya tak bertahan lama, prinsip-prinsip sosial dan ekonomi yang ia tanamkan menjadi pondasi gerakan koperasi modern.

Pemikiran Owen menginspirasi berdirinya Rochdale Society of Equitable Pioneers pada 1844, koperasi konsumsi pertama yang berhasil dan dijadikan model koperasi modern.

Prinsip Rochdale seperti keanggotaan sukarela, pengelolaan demokratis, dan pembagian sisa hasil usaha masih digunakan oleh koperasi di seluruh dunia hingga kini.

Makna Hari Koperasi Nasional dan Internasional

BACA JUGA :  Nadiem Makarim Sampaikan Pledoi di Sidang Kasus Chromebook, Tegaskan Tidak Terlibat Kebijakan Pengadaan

Hari Koperasi Nasional Indonesia merujuk pada pelaksanaan Kongres Koperasi pertama di Tasikmalaya, 12 Juli 1947, yang menjadi awal gerakan koperasi pascakemerdekaan.

Kongres ini menandai tekad bangsa Indonesia menjadikan koperasi sebagai pilar utama sistem ekonomi yang sesuai UUD 1945.

Sementara itu, Hari Koperasi Internasional (International Day of Cooperatives) ditetapkan oleh International Co-operative Alliance (ICA) dan diakui resmi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak 1995.

Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global tentang peran koperasi dalam mengentaskan kemiskinan, mendorong pembangunan berkelanjutan, dan mengurangi ketimpangan.

Relevansi Koperasi di Tengah Tantangan Zaman

BACA JUGA :  Kehamilan di Usia 40-an: Tidak Selalu Aman Jika Disertai Penyakit Berat

Di tengah tantangan global seperti ketimpangan ekonomi, krisis lingkungan, hingga disrupsi digital, koperasi hadir sebagai solusi alternatif berbasis nilai-nilai solidaritas, partisipasi, dan keadilan.

Koperasi bukan hanya alat ekonomi, tetapi juga gerakan sosial yang memberdayakan masyarakat dari bawah.

Peringatan Hari Koperasi bukan hanya mengenang jasa dua tokoh besar, tapi juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat kolektif dalam membangun perekonomian yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.***

Follow dan Baca Artikel lainnyadi Google News atau whatsapp channel 

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================