
Kedua, memperkuat koordinasi dan kolaborasi, bukan hanya antarinstansi tetapi juga dengan masyarakat agar penanggulangan bencana berjalan lebih optimal.
Poin ketiga adalah soal penguatan kapasitas internal, mulai dari pengecekan SDM, perlengkapan, hingga peralatan penunjang. Semua harus dalam kondisi siap pakai agar penanganan bencana tidak terhambat kendala teknis.
Terakhir, Denny Mulyadi menekankan pentingnya pelayanan publik yang cepat dan efektif. Bagi BPBD, kecepatan merespons informasi kebencanaan adalah harga mati.
“Ini penting, karena jika ada suatu informasi terkait kejadian bencana, BPBD Kota Bogor harus lebih cepat dan efektif, tidak ada lagi keterlambatan atau sebagainya,” tegasnya.
Ia menutup arahannya dengan pesan agar BPBD senantiasa melakukan evaluasi dan peningkatan berkelanjutan. Identifikasi titik lemah dan perbaikan strategi diharap bisa membuat Kota Bogor semakin tangguh menghadapi bencana.
Pergantian pimpinan di tubuh BPBD Kota Bogor menjadi pengingat bahwa regenerasi adalah bagian dari penguatan kelembagaan.
Harapannya, di bawah nakhoda baru, BPBD tetap berdiri di garis depan, sigap menjaga keselamatan warga, kapan pun bencana datang mengetuk pintu.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















