
Meski begitu, Adrianus tetap mendorong agar penyelidikan dilakukan menyeluruh, termasuk melalui pemeriksaan toksikologi dan pengumpulan informasi dari orang terdekat Arya.
Kondisi Kamar dan Hasil Awal Penyelidikan
Arya ditemukan dalam posisi terlentang di tempat tidur, dengan kepala terbalut lakban berwarna kuning dan kaki tertutup selimut. Menurut keterangan keluarga yang mendapat informasi dari penjaga kos, pintu kamar terkunci dari dalam saat jasad ditemukan.
Kapolsek Menteng, Kompol Rezha Rahandhi, mengatakan tidak ditemukan luka atau tanda kekerasan pada tubuh Arya. Sejumlah barang bukti telah disita dari lokasi kejadian, termasuk lakban dan beberapa jenis obat-obatan ringan. CCTV di sekitar lokasi juga telah diperiksa.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam, menjelaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung. Saat ini, pihak kepolisian menggunakan metode patologi untuk mengidentifikasi penyebab pasti kematian, termasuk pemeriksaan laboratorium terhadap darah dan organ tubuh Arya. Jika hasil awal belum memadai, opsi untuk melakukan pembongkaran makam pun dibuka.
Sosok Arya dan Respons Publik
Arya dikenal sebagai diplomat berdedikasi tinggi, cepat bertindak, dan penuh empati. Ia bahkan tercatat pernah menyelamatkan anak-anak terlantar di Taiwan dari risiko kehilangan kewarganegaraan. Arya sendiri dijadwalkan menjalani penugasan luar negeri ke Helsinki pada akhir Juli 2025.
Kematian Arya menuai simpati luas di media sosial. Tagar #JusticeForAryaDaru menjadi trending sebagai wujud harapan publik agar kasus ini diungkap secara terbuka dan tuntas.(mg2)
Sumber: tribunnews.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















