BOGORTODAY.COM – Anak Sekolah Punya HP Canggih kini sudah menjadi pemandangan umum di berbagai daerah. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kepemilikan ponsel pintar di kalangan pelajar semakin meningkat. Tak sedikit anak sekolah, bahkan yang masih duduk di bangku SD atau SMP, kini sudah memiliki gawai dengan spesifikasi tinggi. Namun, ironisnya, keberadaan perangkat tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar. Banyak siswa yang justru masih kesulitan mengakses informasi pendidikan yang bermanfaat.
Situasi ini menjadi sorotan sejumlah pihak, terutama para guru dan orang tua. Mereka menyadari bahwa meski perangkat sudah canggih, tetapi tidak diiringi dengan literasi digital yang baik. Akibatnya, gawai lebih sering digunakan untuk bermain game, berselancar di media sosial, atau menonton hiburan tanpa arah, dibandingkan untuk hal-hal yang berkaitan dengan pembelajaran.
“Kalau ditanya soal game atau aplikasi TikTok, mereka bisa menjelaskan panjang lebar. Tapi saat disuruh cari soal ujian atau artikel pendidikan, banyak yang bingung harus mulai dari mana,” ujar Leni Marlina, guru SMP di kawasan Bekasi.
Ia juga menambahkan bahwa banyak muridnya memiliki akses internet, tetapi tidak tahu bagaimana cara memanfaatkan mesin pencari, membuka platform edukasi, atau mengikuti kelas daring. Beberapa siswa bahkan belum terbiasa menggunakan fitur dasar seperti Google Docs atau email.
Fasilitas Ada, Tapi Bimbingan Kurang
Menurut sejumlah pengamat pendidikan, fenomena ini terjadi karena kurangnya pendampingan dalam penggunaan gawai. Banyak orang tua yang memberikan ponsel sebagai bentuk hadiah atau kebutuhan sosial anak, namun lupa mengajarkan cara menggunakan teknologi tersebut secara produktif.
“Orang tua merasa sudah cukup dengan menyediakan HP dan kuota. Padahal anak-anak butuh dibimbing untuk memanfaatkan teknologi itu secara bijak,” ujar Dian Pratiwi, pemerhati pendidikan digital.
Selain itu, sistem pembelajaran di sekolah juga dinilai masih belum maksimal dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam kelas. Padahal, di era digital seperti sekarang, akses informasi bisa menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas belajar.
Literasi Digital Jadi Kebutuhan Mendesak
Kondisi ini menunjukkan bahwa kepemilikan perangkat bukan jaminan siswa akan lebih cerdas atau siap menghadapi tantangan zaman. Literasi digital menjadi hal penting yang harus diajarkan sejak dini agar siswa tidak hanya menjadi pengguna, tapi juga mampu memilih, memilah, dan mengolah informasi secara kritis.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















