Fenomena Banyak Anak Sekolah Punya HP Canggih, Tapi Masih Bingung Akses Edukasi 

BOGORTODAY.COM – Anak Sekolah Punya HP Canggih kini sudah menjadi pemandangan umum di berbagai daerah. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kepemilikan ponsel pintar di kalangan pelajar semakin meningkat. Tak sedikit anak sekolah, bahkan yang masih duduk di bangku SD atau SMP, kini sudah memiliki gawai dengan spesifikasi tinggi. Namun, ironisnya, keberadaan perangkat tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar. Banyak siswa yang justru masih kesulitan mengakses informasi pendidikan yang bermanfaat. 

Situasi ini menjadi sorotan sejumlah pihak, terutama para guru dan orang tua. Mereka menyadari bahwa meski perangkat sudah canggih, tetapi tidak diiringi dengan literasi digital yang baik. Akibatnya, gawai lebih sering digunakan untuk bermain game, berselancar di media sosial, atau menonton hiburan tanpa arah, dibandingkan untuk hal-hal yang berkaitan dengan pembelajaran. 

“Kalau ditanya soal game atau aplikasi TikTok, mereka bisa menjelaskan panjang lebar. Tapi saat disuruh cari soal ujian atau artikel pendidikan, banyak yang bingung harus mulai dari mana,” ujar Leni Marlina, guru SMP di kawasan Bekasi. 

Ia juga menambahkan bahwa banyak muridnya memiliki akses internet, tetapi tidak tahu bagaimana cara memanfaatkan mesin pencari, membuka platform edukasi, atau mengikuti kelas daring. Beberapa siswa bahkan belum terbiasa menggunakan fitur dasar seperti Google Docs atau email. 
Fasilitas Ada, Tapi Bimbingan Kurang 

BACA JUGA :  Daftar Game Baru yang Rilis Juni 2026, Remake Legendaris Siap Ramaikan Pasar

Menurut sejumlah pengamat pendidikan, fenomena ini terjadi karena kurangnya pendampingan dalam penggunaan gawai. Banyak orang tua yang memberikan ponsel sebagai bentuk hadiah atau kebutuhan sosial anak, namun lupa mengajarkan cara menggunakan teknologi tersebut secara produktif. 

“Orang tua merasa sudah cukup dengan menyediakan HP dan kuota. Padahal anak-anak butuh dibimbing untuk memanfaatkan teknologi itu secara bijak,” ujar Dian Pratiwi, pemerhati pendidikan digital. 

Selain itu, sistem pembelajaran di sekolah juga dinilai masih belum maksimal dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam kelas. Padahal, di era digital seperti sekarang, akses informasi bisa menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas belajar. 
Literasi Digital Jadi Kebutuhan Mendesak 

Kondisi ini menunjukkan bahwa kepemilikan perangkat bukan jaminan siswa akan lebih cerdas atau siap menghadapi tantangan zaman. Literasi digital menjadi hal penting yang harus diajarkan sejak dini agar siswa tidak hanya menjadi pengguna, tapi juga mampu memilih, memilah, dan mengolah informasi secara kritis. 

BACA JUGA :  Sakit Kepala Berulang: Benarkah Selalu Menjadi Sinyal Tumor Otak?

Beberapa sekolah di kota besar mulai mencoba menerapkan pelatihan dasar komputer dan internet dalam kegiatan belajar-mengajar. Namun, di wilayah yang lebih kecil atau pinggiran kota, hal ini belum menjadi fokus utama. 

Literasi digital itu bukan hanya tahu cara buka aplikasi. Tapi juga soal etika di internet, keamanan data, dan kemampuan mencari sumber yang valid,” jelas Dian. 
Akses Tak Sama, Tantangan Lebih Besar 

Di sisi lain, tidak semua siswa memiliki HP canggih atau koneksi internet yang stabil. Ketimpangan ini menambah daftar tantangan dalam pemerataan pendidikan digital. Sementara satu kelompok pelajar kelebihan fasilitas tapi minim arahan, kelompok lain justru kekurangan akses sejak awal. 

Pemerintah dan berbagai pihak diharapkan dapat lebih aktif memberikan edukasi kepada siswa dan orang tua tentang pentingnya literasi digital. Tak hanya menyediakan alat, tapi juga menciptakan ekosistem belajar yang mendorong pemanfaatan teknologi untuk hal-hal produktif.(mg2) 

Sumber: berbagai sumber 

Follow dan Baca Artikel lainnyadi Google News atau whatsapp channel  

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================