
Festival SenengMinton hadir bukan sebagai ajang kompetisi ketat, melainkan komunitas pembelajaran berbasis permainan, dengan pendekatan fun badminton yang mencakup teknik dasar, kerja tim, dan edukasi gaya hidup aktif.
Menurut Yuni Kartika, Ketua Umum Pengkab PBSI Kudus, pendekatan seperti ini menjadi strategi pemberdayaan akar rumput yang esensial dalam regenerasi atlet masa depan.
“Perjalanan atlet hebat sering kali dimulai dari momen-momen kecil seperti ini. Ketika anak-anak merasakan kebahagiaan di lapangan, dari situlah tumbuh kecintaan terhadap olahraga, termasuk bulu tangkis. Kehadiran pihak-pihak seperti Aice memungkinkan ruang seperti ini hadir lebih luas,” ujar Yuni. (mg1)
Sumber: inews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















