Kapolresta Bandung Ingatkan Siswa Baru SMAN 1 Margahayu soal Tawuran, Geng Motor, dan Literasi Digital

BOGORTODAY.COM, BANDUNG – Dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 1 Margahayu, Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono mengajak siswa baru untuk memahami bahaya yang mengintai generasi muda, khususnya terkait tawuran, geng motor, dan pengaruh negatif dunia digital.

Aldi menekankan bahwa pembentukan karakter pelajar sejak dini merupakan kunci untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, dengan generasi muda yang tak hanya cerdas secara akademik, tapi juga kuat secara moral.

“Kami ingin generasi muda yang tidak hanya pintar secara akademis, tapi juga punya akhlak mulia, disiplin, taat hukum, dan bisa jadi teladan di lingkungan masing-masing,” ujarnya, Rabu (16/7/2025).

Menurutnya, pelajar adalah fondasi pembangunan bangsa, namun mereka juga rentan terhadap pengaruh negatif. Tawuran antar pelajar dan aktivitas geng motor masih menjadi tantangan serius.

BACA JUGA :  Wabup Jaro Ade Apresiasi Bogor Hujan Trail Dorong Sport Tourism dan Penguatan UMKM

Tawuran itu bukan ajang unjuk keberanian. Yang ada malah merugikan diri sendiri, keluarga, dan sekolah,” kata Aldi.

Ia menjelaskan bahwa tawuran seringkali dipicu oleh loyalitas kelompok berlebihan, provokasi, dan minimnya pengawasan orang tua. Lebih jauh, Aldi mengingatkan tentang maraknya geng motor yang merekrut pelajar secara agresif, bahkan melibatkan mereka dalam tindakan kriminal.

“Pola perekrutan mereka sangat meresahkan. Banyak pelajar dilibatkan dalam aksi kriminal bahkan sejak usia dini,” ucapnya.

Aldi juga menyoroti dampak buruk internet dan media digital. Mengutip data UNESCO, ia menyebut 60 persen pelajar dunia terpapar dampak negatif internet, termasuk cyberbullying dan konten tak layak.

“Makanya kami Polri memiliki sejumlah strategi pembinaan. Di antaranya adalah penguatan penyuluhan hukum di sekolah, optimalisasi peran Bhabinkamtibmas dan Satbinmas, serta kolaborasi dengan pihak sekolah, pemerintah daerah, dan orang tua,” ucapnya.

BACA JUGA :  Sakit Kepala Berulang: Benarkah Selalu Menjadi Sinyal Tumor Otak?

Polri, lanjut Aldi, terus mengembangkan kampanye edukatif melalui media sosial, sambil tetap melakukan penegakan hukum dengan pendekatan pembinaan.

Ia berharap kegiatan MPLS menjadi momentum bagi pelajar untuk membangun kesadaran dan karakter positif, bukan sekadar kegiatan formal di awal tahun ajaran.

“Pemaparan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan semangat positif di kalangan siswa baru SMAN 1 Margahayu untuk menjadi generasi penerus bangsa yang sehat, produktif, dan berdaya saing global,” ucapnya. (mg1)

Sumber: inews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================