
Program ini juga sejalan dengan regulasi nasional, seperti UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Permenkes No. 37 Tahun 2017 yang mendorong integrasi layanan kesehatan tradisional ke dalam sistem pelayanan formal.
“Alhamdulilah, dukungan pun mengalir dari komunitas dan keluarga pasien yang merasakan dampak positifnya, baik secara fisik maupun emosional,” terangnya.
Sebagai bentuk penguatan, Puskesmas Parung juga mengembangkan Taman Obat Keluarga (TOGA) sebagai sumber bahan baku alami yang berkelanjutan.
Monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala, termasuk survei kepuasan pasien dan pencatatan manfaat yang dirasakan.
“Data ini menjadi dasar peningkatan formulasi, SOP penyajian, dan perluasan layanan ke ruang-ruang perawatan lainnya,” ungkap Kepala Puskesmas Parung.
Menurutnya, melalui MANTU PARAWALI, Puskesmas Parung membuktikan bahwa inovasi pelayanan tak selalu harus berbasis teknologi tinggi tapi bisa berangkat dari kepedulian, budaya, dan akar tradisi yang menguatkan penyembuhan dari dalam. (* /Gistin Iliyyin)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















