Swiss: Lebih dari Sekadar Pegunungan Alpen, Menguak Sisi Militer di Balik Kenetralannya

Swiss
Ilustrasi Militer Swiss

BOGORTODAY.COM Swiss selama ini dikenal sebagai negara dengan keindahan alam yang memukau, utamanya rangkaian Pegunungan Alpen yang menjadi ikon pariwisatanya.

Namun, lebih dari lanskap naturalnya, negara ini juga memiliki identitas politik yang unik: kenetralan. Mengutip laman Swiss Info, kenetralan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari jati diri Swiss sejak diakui pada Kongres Wina tahun 1815.

Yang dimaksud dengan negara netral ialah tidak ikut berperang, memperlakukan semua pihak bertikai secara seimbang, serta tidak memasok senjata maupun pasukan kepada mereka.

Meski demikian, Swiss tetap memiliki angkatan bersenjata demi mempertahankan wilayah dan berpartisipasi dalam misi perdamaian internasional.

Menurut The Local Swiss, secara historis, Swiss pernah menjadi kekuatan militer tangguh di masa lalu, bahkan tentara Swiss kerap disewa sebagai pasukan bayaran untuk para bangsawan Eropa.

Mereka dikenal dengan nama Garda Swiss yang memiliki reputasi tinggi dalam kedisiplinan dan loyalitas.

Berikut adalah lima fakta menarik mengenai sisi militer Swiss yang mungkin belum banyak diketahui:

  1. Mayoritas Tentara Swiss Berasal dari Wajib Militer

Mengutip Swiss Info, walaupun berstatus netral, Swiss tetap harus mampu mempertahankan diri. Karena jumlah prajurit profesional relatif kecil, sebagian besar kekuatan militernya berasal dari wajib militer.

Dari sekitar 140.000 personel aktif, hanya sekitar 9.000 yang merupakan tentara profesional, sementara sisanya adalah warga sipil yang menjalani pelatihan militer.

Sesuai konstitusi, wajib militer diberlakukan bagi pria warga negara Swiss dengan rentang usia 19–34 tahun, dan hingga usia 50 tahun bagi pangkat perwira. Para prajurit menjalani pelatihan penyegaran secara berkala setiap tahun.

Menariknya, mereka juga diizinkan menyimpan senjata di rumah secara aman, sebuah konsep yang memperlihatkan peran warga sipil sebagai penjaga kedaulatan negara.

BACA JUGA :  Kumpulan Doa Agar Hutang Cepat Lunas dan Rezeki Lancar, Amalkan dengan Ikhtiar

Bila ada pihak musuh menyerang Swiss, maka mereka harus berperang dari rumah ke rumah karena sebagian besar kaum muda Swiss terlatih secara militer.

  1. Terdiri dari Angkatan Udara dan Darat

Dalam laporan Military-History, militer Swiss terdiri dari dua komponen: Angkatan Udara dan Angkatan Darat.

Tugas Angkatan Udara meliputi pertahanan wilayah udara, pengumpulan data intelijen, transportasi, hingga operasi drone.

Saat ini, AU Swiss memiliki sekitar 270 unit pesawat dan helikopter, dengan 30 jet tempur F/A-18 Hornet sebagai tulang punggung armada.

Angkatan Darat dibagi dalam beberapa brigade: infanteri reguler, lapis baja, cadangan, dan infanteri pegunungan.

Swiss tidak memiliki angkatan laut konvensional karena tidak memiliki akses ke laut, namun tetap memiliki unit patroli maritim sungai yang beroperasi di Danau Konstanz, Danau Jenewa, dan Sungai Rhine, terutama di wilayah perbatasan dengan Jerman, Austria, dan Prancis.

  1. Industri Senjata Swiss Diakui Dunia

Melalui laman Armada International, diketahui bahwa Swiss memiliki industri persenjataan berteknologi tinggi.

Mowag adalah produsen kendaraan militer seperti Eagle dan Piranha yang digunakan di berbagai negara. Ada pula RUAG, pabrikan perlengkapan pertahanan udara. Senapan serbu SG 550 buatan SIG Sauer AG di Swiss juga dikenal luas karena akurasi dan kekuatannya.

SG adalah singkatan dari Sturmgewehr, artinya senapan serbu. SG 550 terkenal karena presisinya yang menjadikannya sebagai salah satu senapan serbu paling akurat di dunia.

  1. Aktif dalam Misi Perdamaian Internasional

Meski bersikap netral, Swiss tetap berkontribusi dalam pasukan penjaga perdamaian di bawah PBB. Menurut laman Swiss Federal Authorities, tentara Swiss telah terlibat di lebih dari selusin misi di Eropa, Afrika, dan Asia.

BACA JUGA :  Menjemput Keberkahan: Panduan Sunnah Rasulullah SAW Sebelum dan Sesudah Tidur

Misi SWISSCOY di Kosovo dimulai sejak 1999, mendukung pasukan NATO KFOR untuk menjaga keamanan warga.

Misi lain meliputi EUFOR ALTHEA di Bosnia dan penempatan dalam Neutral Nations Supervisory Commission di Panmunjeom untuk memantau gencatan senjata antara Korea Utara dan Korea Selatan.

Sejak tahun 1990, militer Swiss telah dikerahkan ke berbagai tempat di bawah bendera PBB untuk menjadi pengamat dan penilai kondisi lapangan.

  1. Garda Swiss: Penjaga Tradisional Sri Paus

Menurut laman Vatikan, Garda Swiss adalah satu-satunya unit tentara Swiss yang masih aktif beroperasi secara internasional. Dibentuk oleh Paus Julius II pada tahun 1506, mereka bertugas mengawal Sri Paus dan Vatikan.

Pasukan ini dikenal karena keberanian mereka saat mempertahankan Paus Clement VII dari serangan tahun 1527 meski kalah jumlah. Hingga kini, Garda Swiss masih bertugas dengan pakaian khas dan tombak tradisional, namun di balik penampilannya, mereka adalah tentara terlatih yang mahir menggunakan senjata modern maupun teknik bela diri.

Secara tradisi, Garda Swiss masih mengawal Sri Paus hingga hari ini, dan di balik baju Garda Swiss yang unik tersebut, sejatinya mereka adalah anggota militer Swiss yang sangat terlatih.

Menarik, bukan? Kenetralan Swiss ternyata tidak berarti mereka tanpa pertahanan. Justru sebaliknya, mereka memiliki sistem militer yang unik, kuat, dan diakui dunia, serta aktif berkontribusi dalam menjaga perdamaian global.***

Sumber: CNN Indonesia

Follow dan Baca Artikel lainnyadi Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================