Waspada! Minuman Harian Ini Bisa Tingkatkan Gula Darah Meski Usia Masih 20-an

Minuman
Ilustrasi Minum Minuman Manis. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Banyak orang beranggapan bahwa masalah gula darah tinggi atau diabetes hanya menjadi ancaman saat memasuki usia lanjut. Padahal, kenyataannya tidak demikian. Anak muda, bahkan di usia 20-an, juga rentan mengalami lonjakan gula darah, terutama bila memiliki gaya hidup yang tidak sehat termasuk mengonsumsi minuman manis.

penyebab utama kebiasaan mengonsumsi minuman harian yang tampak biasa saja, namun ternyata menyimpan kandungan gula yang tinggi. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko diabetes melitus di usia muda.

Diabetes di Usia Muda Bukan Mitos

Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi diabetes pada kelompok usia 15–24 tahun mencapai 0,05 persen, sedangkan kelompok usia 25–34 tahun berada di angka 0,2 persen.

Data ini menunjukkan bahwa masalah gula darah tinggi mulai menyerang generasi muda, bahkan sejak masa sekolah atau awal bekerja.

Minuman yang Diam-diam Tingkatkan Gula Darah

BACA JUGA :  Ngaku Lapar, Badut Jalanan Gasak Dompet PKL Cileungsi 

Berikut ini beberapa minuman harian yang sering dikonsumsi anak muda namun memiliki kandungan gula tinggi:

  1. Minuman Boba

Boba atau bubble tea menjadi minuman favorit banyak orang, terutama remaja dan dewasa muda. Namun siapa sangka, satu gelas chocolate milk boba bisa mengandung lebih dari 34 gram gula, bahkan varian milk tea dengan topping pearl bisa mencapai 38 gram gula.

Jika dikonsumsi dua hingga tiga kali sehari, asupan gulanya bisa melebihi batas harian yang dianjurkan, dan dalam jangka panjang bisa memicu resistensi insulin dan diabetes.

  1. Minuman Berkarbonasi

Minuman bersoda yang manis seperti cola, meski menyegarkan, mengandung sekitar 39 gram gula per 350 ml. Jumlah ini setara dengan 10 sendok teh gula! Selain menyebabkan lonjakan gula darah, minuman ini juga memberi beban kerja ekstra pada pankreas yang bertugas memproduksi insulin.

  1. Minuman Energi
BACA JUGA :  Perdana, Peringatan HJB ke-544 Digelar di Citalahab Malasari

Kerap dikira sehat karena identik dengan olahraga dan aktivitas tinggi, minuman energi justru mengandung kombinasi gula dan kafein yang tinggi.

Dalam satu kaleng ukuran 350 ml bisa terkandung 38 gram gula dan hingga 160 mg kafein. Konsumsi rutin minuman ini dapat menurunkan sensitivitas insulin dan meningkatkan kadar gula darah.

  1. Jus Buah Kemasan

Meski berlabel “100% buah”, jus kemasan tetap mengandung gula alami (fruktosa) dalam kadar tinggi, bahkan bisa mencapai 20–30 gram per 200 ml. Apalagi jika ditambahkan pemanis buatan, efeknya terhadap gula darah jadi lebih besar.

Bukti nyata dampak konsumsi minuman manis ini juga diungkapkan dalam rapat kerja Komisi IX DPR-RI. Salah satu anggotanya, Rahmad Handoyo, menyebutkan bahwa seorang remaja usia 18 tahun di lingkungannya sudah harus rutin suntik insulin karena kebiasaan minum minuman kemasan setiap hari.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================