
“Kalau komisi diturunkan jadi 10 persen, kemampuan aplikator memberi promo dan bonus bisa berkurang. Akibatnya, volume order juga menurun,” katanya.
Sementara itu, Ketua komunitas Ladies Online Cibinong, Lilis Suryani, menyatakan bahwa pengemudi perempuan sangat membutuhkan platform yang stabil dan aman.
“Kami tidak masalah dengan potongan 20 persen, karena itu sebanding dengan perlindungan dan fitur keamanan yang kami nikmati. Yang kami takutkan justru perubahan sistem yang membuat kami kehilangan penghasilan,” jelasnya.
Keempat komunitas ini juga menyerukan kepada Kementerian Perhubungan agar lebih mendengarkan aspirasi mitra driver aktif. Mereka berharap pemerintah tidak terburu-buru mengubah kebijakan hanya karena tekanan dari pihak yang tidak lagi aktif di lapangan.
“Skema komisi 20 persen adalah bagian dari keseimbangan yang kami rasakan manfaatnya. Kami berharap tidak diubah tanpa alasan yang kuat dan kajian menyeluruh,” tulis mereka dalam pernyataan bersama.
Dengan sikap tersebut, komunitas-komunitas ini menyatakan tidak akan ikut aksi demonstrasi pada 21 Juli mendatang karena merasa gerakan tersebut tidak merepresentasikan suara dan realitas mitra aktif yang bekerja setiap hari di lapangan.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















