
Kenaikan tarif ini dianggap lebih menguntungkan pihak aplikator dibanding driver dan tidak menyentuh akar masalah ketimpangan pendapatan.
Lima Tuntutan Aksi 217
Dalam Aksi 217 ini, para pengemudi menyampaikan lima tuntutan utama:
- Hadirnya Undang-undang Transportasi Online secara nasional.
- Pembagian hasil 90:10, di mana 90% untuk driver dan 10% untuk aplikator.
- Regulasi tarif antar barang dan makanan yang adil dan mengikat.
- Audit investigatif terhadap perusahaan aplikator, menyangkut sistem kerja dan distribusi pendapatan.
- Penghapusan sistem aceng, slot, hub, multi order, hingga member, yang dianggap merugikan driver.
Seruan Terbuka ke Presiden Prabowo
Asosiasi pengemudi online berharap Presiden Prabowo Subianto segera turun tangan untuk menyelesaikan polemik ini.
Mereka menyayangkan bahwa lemahnya respons dari Menteri Perhubungan justru mencoreng citra pemerintahan Prabowo yang dijanjikan tegas dan pro rakyat.
“Asosiasi sangat menyesalkan Menteri Perhubungan yang membiarkan Aksi 217 sampai harus terjadi dan menyasar kepada Presiden Prabowo,” tegas Igun.
Potensi Gangguan Layanan Sepanjang Hari
Dengan aksi skala besar ini, sebagian wilayah Jakarta diperkirakan akan mengalami gangguan layanan transportasi dan logistik online sepanjang hari.
Aksi dijadwalkan berlangsung di beberapa titik, dengan konsentrasi utama di sekitar Istana Negara dan jalan-jalan protokol di pusat ibu kota.
Masyarakat diimbau untuk memantau perkembangan situasi dan menghindari rute-rute terdampak. Sementara itu, publik menanti respons cepat dan konkret dari pemerintah agar konflik antara driver dan aplikator tidak terus berlarut dan merugikan semua pihak.***
Sumber: detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














