BOGORTODAY.COM – Tolak Suap jadi senjata baru pemerintah daerah di Rostov, Rusia, dalam upaya melawan korupsi di kepolisian. Mereka memberi hadiah uang kepada petugas yang menolak suap, sebanding dengan nominal suap yang ditawarkan.
Di Rusia, praktik suap di kalangan penegak hukum sudah sering terjadi. Bagi masyarakat, perilaku korup di institusi kepolisian seperti menjadi bagian dari keseharian.
Namun, kebijakan baru dari Direktorat Utama Kementerian Dalam Negeri di Rostov ini justru menimbulkan tanda tanya. Banyak warga yang heran, bahkan merasa waswas terhadap langkah tersebut.
Kebijakan ini dianggap sebagai pendekatan unik untuk memperkuat komitmen polisi dalam menolak korupsi. Seperti dilansir dari Oddity Central pada Sabtu (19/7/2025), program ini menarik perhatian luas.
Kepala Direktorat Utama di wilayah Rostov, Alexander Rechitsky, menjelaskan kebijakan ini secara langsung. Ia menyebut uang imbalan akan diberikan kepada polisi yang menolak suap dan melaporkannya.
Nominal yang diberikan sama seperti jumlah suap yang coba disodorkan. Jika ada seseorang memberi suap 30.000 rubel, dan petugas menolak lalu melapor, maka ia berhak menerima jumlah itu secara legal.
Sementara itu, si pemberi suap akan diproses secara hukum. Mereka akan dijerat Pasal 291 KUHP Federasi Rusia tentang pemberian suap.
Meski tujuannya untuk menumbuhkan integritas, publik menanggapi kebijakan ini dengan pandangan beragam. Beberapa bahkan menganggap program ini rawan disalahgunakan.
Sejumlah anggota parlemen menyuarakan kekhawatirannya. Mereka melihat celah dalam sistem yang bisa dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab.
Anggota parlemen Rostov, Andrei Alshevskikh, memberikan peringatan. Menurutnya, bisa saja ada polisi yang awalnya menerima suap diam-diam, lalu berpura-pura jadi pahlawan demi mendapatkan bonus.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















