Tolak Suap, Dapat Uang: Cara Baru Polisi di Rusia Lawan Korupsi 

Ia khawatir aparat malah sibuk mencari orang yang bisa “dijadikan korban”. Fokus mereka bisa saja bergeser dari tugas utama menjadi upaya meraup imbalan. 

Wakil Ketua Pertama Komite Keamanan dan Anti-Korupsi Duma Negara, Mikhail Starshinov, juga ikut mengkritik. Ia mempertanyakan kenapa kebijakan ini hanya diterapkan di Rostov saja. 

Starshinov juga menyangsikan sumber dana untuk membayar imbalan. Ia bertanya-tanya, apakah sekarang polisi boleh menyimpan uang suap asalkan dilaporkan? 

BACA JUGA :  Ruben Onsu Merasa Terasing dari Anak Pasca Cerai, Kuasa Hukum Ungkap Kondisi Batin yang Memprihatinkan

Meskipun menuai kritik, pihak Direktorat Wilayah Rostov tetap melanjutkan program ini. Melalui kanal Telegram resmi, mereka menginformasikan bahwa sejumlah petugas sudah menerima hadiah uang tunai. 

Salah satunya adalah Tural Safarov, polisi lalu lintas yang memperoleh 30.000 rubel atau sekitar Rp6 juta. Ia mendapatkan hadiah itu setelah menolak dan melaporkan upaya suap terhadap dirinya. 

Kebijakan ini memunculkan pertanyaan besar: apakah ini cara ampuh untuk menekan korupsi? Atau justru berisiko membuka jalan untuk praktik pemerasan baru? 

BACA JUGA :  Resep Bubur Sumsum Pandan Creamy untuk Sarapan, Lembut dan Harum Menggugah Selera

Hingga kini, belum ada jawaban pasti. Namun satu hal yang tak terbantahkan, kebijakan ini telah memantik diskusi nasional soal batas antara integritas dan penyimpangan.(mg2) 

Sumber: merdeka.com 

Follow dan Baca Artikel lainnyadi Google News atau whatsapp channel  

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================