
“Kalau 212 merek itu kita hentikan semua, artinya semua beras di pasar dioplos. Kalau kita tahan semua, ekonomi enggak jalan dong. Kita sesuaikan dengan kewenangannya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar polemik beras oplosan tidak dijadikan alasan bagi pemerintah untuk kembali membuka keran impor. Teuku menekankan pentingnya memprioritaskan produk beras lokal.
“Jangan nanti alasannya jadi impor beras. Jangan sampai ini membuat petani jadi malas lagi. Jadi harus hati-hati menyikapinya,” tegasnya.
“Kita mengutamakan beras lokal kita dulu. Bagaimana cara mengutamakannya? Ya dengan membeli beras lokal untuk dikonsumsi oleh ASN dengan harga yang bersaing,” pungkasnya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















