
Seruan itu mendapat sambutan luas. Rakyat pun berpaling dari Kertajaya dan bersekutu dengan Ken Arok dalam rencana besar merebut Kediri.
Puncak konflik terjadi dalam Pertempuran Genter, di mana pasukan Tumapel yang terorganisasi dengan baik berhasil menumbangkan kekuatan Kediri.
Dua panglima besar, Mahesa Wulungan dan Geber Baleman, gugur dalam medan tempur. Kertajaya pun kalah, menjadi raja terakhir Kediri yang ditaklukkan oleh kekuatan baru.
Kemenangan dan Kebijaksanaan Ken Arok
Meskipun menang, Ken Arok tidak membinasakan keluarga Kertajaya. Ia justru mengangkat putra Kertajaya, Jayasabha, sebagai Adipati Kediri, demi menjaga stabilitas dan mencegah gejolak lanjutan. Kebijakan ini menandai kedewasaan politik Ken Arok sebagai pemimpin.
Kemenangan atas Kediri menjadi titik balik sejarah Nusantara, menandai berdirinya Kerajaan Singasari yang kelak menjadi kekuatan besar di tanah Jawa. Kediri pun resmi menjadi bagian dari wilayah kekuasaan Tumapel yang telah berubah nama.
Pelajaran dari Sejarah
Kisah Kertajaya adalah pelajaran pahit tentang bahaya kesombongan dan penistaan agama. Sementara itu, Ken Arok menunjukkan bahwa keadilan, spiritualitas, dan kebijaksanaan adalah kunci untuk membangun kerajaan besar yang dihormati rakyatnya.
Dari reruntuhan Kediri, Singasari lahir, membuka jalan bagi kejayaan kerajaan-kerajaan besar di Nusantara seperti Majapahit.
Sebuah babak sejarah yang tidak hanya penuh konflik, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai luhur tentang kepemimpinan sejati.***
Sumber: iNews
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















