
Eksploitasi Ekonomi: Menindas yang Lemah Demi Untung
Selain penipuan, Kiai Miftah juga menyoroti praktik eksploitasi terhadap orang-orang yang lemah secara ekonomi, seperti membeli gabah dari petani saat harga anjlok atau memberi pinjaman dengan bunga tinggi kepada masyarakat kecil yang terdesak.
“Etika Islam melarang meraup keuntungan dari penderitaan orang lain. Ini termasuk bentuk kezaliman,” tegasnya.
Bekerja adalah Ibadah, Bukan Sekadar Mencari Uang
Kiai Miftah menekankan bahwa bekerja dan berdagang dalam Islam bukan hanya untuk mencukupi kebutuhan hidup, tetapi juga bernilai ibadah bila diniatkan karena Allah SWT. Bahkan, orang yang wafat saat bekerja untuk menafkahi keluarga digolongkan sebagai mati syahid.
“Allah mencintai orang yang bersungguh-sungguh dalam pekerjaannya, apapun itu — pertanian, perdagangan, kerajinan, atau profesi lainnya,” pungkasnya.
Negara Rugi Rp 10 Triliun Akibat Oplosan Beras
Temuan terbaru pemerintah mengungkap betapa masifnya praktik pengoplosan beras di Indonesia. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut, ada 212 merek beras yang terbukti melakukan pelanggaran.
“Negara rugi Rp 2 triliun per tahun. Kalau lima tahun, total kerugian mencapai Rp 10 triliun,” ungkap Amran.
Ia menyebut praktik itu merugikan negara karena beras subsidi dijual sebagai beras premium dengan harga lebih tinggi dari seharusnya.***
Sumber: CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















