
Kabar mengenai kehadiran Jokowi dalam reuni tersebut telah dikonfirmasi oleh Ajudannya, Kompol. Syarif Muhammad Fitiransyah, sehari sebelumnya.
“Insyaallah hadir,” ujar Syarif saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (25/7/25).
Reuni di Tengah Isu Ijazah Palsu
Reuni ini digelar saat isu mengenai keaslian ijazah sarjana Jokowi dari Fakultas Kehutanan UGM kembali mencuat ke publik. Isu tersebut diangkat oleh kelompok Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) bersama beberapa tokoh, seperti Rismon Sianipar, Roy Suryo, dan Dr. Tifauziya Tyassuma (Dokter Tifa).
Mereka mempertanyakan validitas ijazah S1 milik Jokowi, meskipun pihak UGM telah beberapa kali menegaskan keabsahan dokumen tersebut.
Kehadiran Jokowi dalam reuni kali ini pun dinilai sebagai langkah simbolis untuk menegaskan kembali keterkaitannya dengan UGM, tempat ia menempuh pendidikan formalnya sebagai sarjana kehutanan.
Makna Politik dan Simbolik
Meskipun Jokowi menyebut kunjungannya sebagai “menengok saudara”, reuni ini memiliki nuansa politik dan simbolik yang cukup kuat.
Dalam kondisi publik yang sedang mempertanyakan latar belakang akademisnya, hadir langsung di kampus almamater menjadi cara untuk menjawab keraguan tanpa konfrontasi langsung.
Kehadiran Jokowi dalam reuni Fakultas Kehutanan UGM bukan sekadar nostalgia, melainkan juga pesan simbolis bahwa dirinya masih bagian dari civitas akademika UGM.
Di tengah polemik soal ijazah, kehadiran ini bisa dibaca sebagai bentuk klarifikasi tak langsung dan penguatan legitimasi atas latar belakang pendidikannya.
Publik kini menantikan apakah akan ada pernyataan resmi dari Jokowi atau pihak UGM seiring terus bergulirnya isu yang menyeret nama baik institusi dan kepala negara tersebut.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















