
Mereka mengancam akan menyebarkan foto-foto pribadi atau informasi sensitif secara publik jika korban tidak memenuhi permintaan mereka, seperti mengirim uang atau informasi tambahan.
“Ini lebih dari sekadar wabah malware, ini adalah senjata digital yang memanfaatkan kepercayaan dan emosi,” jelas tim zLabs Zimperium dalam keterangannya yang dikutip pada Senin (28/7/2025).
Langkah Pencegahan dan Tindakan
Bagi pengguna yang sudah terlanjur mengunduh aplikasi-aplikasi mencurigakan, Zimperium menyarankan untuk segera:
- Hapus aplikasi tersebut secara manual.
- Pindai perangkat dengan antivirus terpercaya atau Google Play Protect.
- Periksa ulang semua izin akses aplikasi yang sudah terpasang.
- Reset perangkat jika ditemukan aktivitas mencurigakan yang sulit diatasi.
Selain itu, pengguna diimbau untuk:
- Tidak mengunduh aplikasi dari sumber tak dikenal atau link mencurigakan.
- Waspada terhadap aplikasi yang meminta akses berlebihan seperti izin kamera, mikrofon, atau lokasi tanpa alasan yang jelas.
- Tidak sembarangan memasukkan kode undangan atau mengikuti tautan dari pesan asing.
Kampanye SarangTrap menjadi pengingat bahwa ancaman siber semakin canggih dan memanfaatkan celah psikologis serta teknis untuk menyerang pengguna.
Tetap waspada, lakukan langkah proteksi, dan jadikan keamanan digital sebagai prioritas utama dalam penggunaan smartphone sehari-hari.
Untuk daftar lengkap aplikasi berbahaya, pengguna bisa merujuk ke dokumen publik yang disediakan Zimperium di Google Sheet melalui tautan yang dibagikan dalam laporan resminya.***
Sumber: detikcom
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















