
“Banyak yang bilang itu pertanda dari alam, atau mungkin dari yang lebih gaib. Karena setelah itu, warga seperti ‘didorong’ untuk bersatu dan akhirnya melakukan swadaya demi mengaspal jembatan yang sebelumnya hanya dari bambu,” tambah pria 51 tahun itu
Benar saja, tak lama setelah fenomena itu, warga Sukahati bahu-membahu menggalang dana dan tenaga untuk membangun jembatan yang lebih layak. Pada tahun 1993 hingga 1994, Jembatan Cibabi pun selesai diaspal, menggantikan jembatan bambu yang selama ini digunakan.
Kini, lokasi tempat pohon pisang aneh itu tumbuh telah berubah menjadi sebuah kafe. Namun bagi sebagian warga lama, kisah pisang gaib dan tasbih misterius itu tetap hidup dalam ingatan.
“Jembatan itu bukan sekadar penghubung dua desa, tapi juga saksi bisu dari kejadian yang sulit dijelaskan logika,” tutupnya. (Mg1/Mg2/Bas).
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Editor : Samudera
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















