
“Oleh karena itu, kami melibatkan tokoh agama seperti dari MUI untuk memberi pemahaman, juga TNI-Polri untuk membantu mobilisasi sasaran. Semua pihak harus bergerak bersama,” lanjut Adang.
Dalam kegiatan ini, Dinkes juga menggandeng NGO Clinton Health Access Initiative (CHAI) yang selama ini konsisten membantu fasilitasi kegiatan imunisasi di Kabupaten Bogor.
Langkah-langkah strategis yang dibahas meliputi pemetaan sasaran zero dose, edukasi berbasis komunitas, serta pendataan dan pelacakan anak yang belum imunisasi melalui lintas sektor.
“Data nama anak-anaknya sudah ada. Tinggal bagaimana bersama kita datangi, kita lengkapi imunisasinya. Kalau hanya tenaga kesehatan yang turun, jangkauannya terbatas. Maka kita butuh peran dari semua pihak,” terang Adang.
Adang berharap melalui pertemuan ini akan terbangun kolaborasi nyata dan berkelanjutan untuk menurunkan angka zero dose dan mencegah terjadinya lonjakan penyakit di masa mendatang.
“Kalau anak-anak kita tidak kita lindungi dengan imunisasi, maka mereka bisa menjadi populasi berisiko, bahkan bisa menularkan ke kelompok lain. Imunisasi bukan hanya perlindungan individu, tapi perlindungan komunitas,” tutupnya.
Rencananya, Pemkab Bogor akan menyelenggarakan kegiatan Sepekan Mengejar Imunisasi (PENARI) pada tanggal 4 hingga 9 Agustus 2025 mendatang.
Pertemuan diakhiri dengan menyepakati komitmen bersama mendukung penjangkauan anak zero dose, serta pencapaian cakupan imunisasi yang optimal di seluruh wilayah Kabupaten Bogor. (* / Gistin Iliyyin)
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















