BOGORTODAY.COM – Kementerian Sosial (Kemensos) mencoret sebanyak 200 ribu kepala keluarga (KK) dari daftar penerima bantuan sosial (bansos) karena terindikasi terlibat judi online (judol). Pencoretan dilakukan setelah pemadanan data penerima bansos dengan rekening yang terdeteksi bermain judol.
“Ya, jadi kita memang yang datang ke PPATK atas izin Presiden. Kita serahkan semua rekening yang pernah menerima bansos melalui Kementerian Sosial. Ada 30 juta NIK yang kita serahkan,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/7/2025).
Dari pemadanan data tersebut, ditemukan lebih dari 600 ribu Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terindikasi sebagai penerima bansos dan sekaligus pemain judol. Sejauh ini, 200 ribu KK telah dicoret dari daftar penerima.
Menanggapi langkah tersebut, anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina meminta pemerintah untuk tidak mengambil keputusan secara reaktif. Ia menilai pencoretan massal perlu disertai pendekatan yang adil dan manusiawi.
“Penertiban data tentu penting agar bantuan tepat sasaran. Namun langkah seperti pencoretan massal tidak bisa dilakukan secara reaktif. Harus ada pendekatan yang adil dan manusiawi,” kata Selly kepada wartawan, Jumat (1/8/2025).
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















