
Cara mengonsumsinya fleksibel: bisa sebagai dressing salad, campuran masakan, hingga diminum satu sendok setiap pagi.
- Kedelai (Jepang)
Tahu, tempe, miso, dan edamame adalah bentuk olahan kedelai yang sangat populer di Jepang dan Indonesia. Kedelai kaya akan protein, kalsium, magnesium, zat besi, folat, serta senyawa isoflavon.
Makanan ini diketahui dapat menurunkan kadar kolesterol, mengurangi risiko kanker, serta memperkuat tulang.
Meskipun sempat kontroversial, studi terbaru menepis kekhawatiran soal efek negatif isoflavon dan justru menegaskan manfaatnya dalam menekan risiko kanker dan gejala menopause.
Catatan penting: konsumsi kedelai sebaiknya dalam bentuk alami atau fermentasi, bukan olahan pabrik.
- Yoghurt (Yunani)
Greek yoghurt atau yoghurt Yunani dikenal sebagai sumber probiotik, protein tinggi, dan kalsium. Menjadikannya sebagai menu sarapan atau camilan sehat bisa membantu memperkuat tulang, meningkatkan pencernaan, dan menstabilkan kadar gula darah.
Yoghurt juga kaya vitamin B12 yang penting untuk sistem saraf. Namun, pastikan memilih yoghurt alami tanpa tambahan gula untuk mendapatkan manfaat maksimal.
Teksturnya yang lembut dan rasanya yang segar membuat yoghurt mudah dikombinasikan dengan buah, madu, atau granola.
Mengadopsi makanan tersehat dunia seperti kimchi, lentil, minyak zaitun, kedelai, dan yoghurt dalam pola makan harian adalah langkah sederhana namun berdampak besar untuk meningkatkan kualitas hidup.
Tidak perlu langsung mengubah seluruh menu—cukup tambahkan satu per satu dan jadikan sebagai bagian dari kebiasaan baru.
Sehat kini tak harus ribet, apalagi mahal. Kuncinya ada pada konsistensi dan pemilihan bahan makanan alami yang penuh nutrisi.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















