
“Faktor ‘U’ juga kalau saya. Kalau masih muda kayak adek ini semangat terus kan. Ke mana-mana, macet juga ayo,” katanya sambil tersenyum.
Keluhan serupa disampaikan Dede (38), seorang pengemudi ojek online. Ia mengatakan titik kemacetan kini tak hanya di kawasan Fatmawati, tapi juga menyebar hingga ke Cibis Park, yang menurutnya menambah beban perjalanan para pengendara.
“Macet parah ini. Kan rutinitas macet itu di Fatmawati ya, ini sekarang nambah di Cibis, PR lagi itu. Kita mampir warung dulu beli minum, haus udah lewatin macet,” ujarnya.
Dede mengaku kerap menerima pesanan di kawasan tersebut dan harus menghadapi kepadatan lalu lintas hampir setiap hari.
Menurutnya, penambahan titik kemacetan sangat mengganggu produktivitas para pekerja lapangan.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan kemacetan, terutama yang disebabkan oleh proyek galian yang tak kunjung selesai.
Selain memperlambat arus kendaraan, kondisi tersebut juga berdampak pada waktu tempuh, kesehatan, hingga tingkat stres para pengendara.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















