Menyingkap Kisah Mistis di Desa Cilebut Timur Bogor

Desa Cilebut Timur
Patung Hewan di Cilebut Timur yang diduga bisa bergerak ditengah malam. (Foto : Jihan Muheri/bogor today/Mg2)

BOGOR-TODAY.COM Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menyimpan aura yang tak biasa, suasana yang oleh sebagian warga disebut angker, penuh kisah mistis dan tidak jarang membuat bulu kuduk merinding.

Roh, bukan nama sebenarnya, warga setempat yang sudah puluhan tahun tinggal di desa itu, tidak menampik reputasi kampung halamannya. Ia mengenal betul lika-liku kehidupan di sana, termasuk cerita-cerita aneh yang menjadi rahasia umum warga sekitar.

“Banyak bangunan kosong, patung-patung aneh, dan aura yang sulit dijelaskan,” ujar Roh. Matanya menatap jauh, seperti tengah menggali kembali memori tentang desa yang selalu menyimpan kejutan.

BACA JUGA :  7 Kebiasaan Orang Tua yang Tanpa Disadari Bisa Menghambat Kemandirian Anak

Salah satu kejadian yang paling baru adalah kisah tentang seorang ibu-ibu yang sedang memetik belimbing wuluh di siang hari. Di dekatnya berdiri patung kuda yang selama ini dianggap sekadar ornamen.

Namun menurut saksi mata, patung itu bergerak, menendang perempuan tersebut hingga terpental. Luka pun tak terelakkan. Anehnya, sang ibu bersikukuh bahwa ia hanya terjatuh.

Awalnya perempuan 43 tahun itu menganggap cerita itu berlebihan. Tapi ia berubah pikiran ketika seorang warga, yang saat itu tengah membangun rumah di dekat patung tersebut, bersumpah melihat kejadian itu dengan mata kepala sendiri.

BACA JUGA :  Uban Muncul di Usia Muda? Ini Berbagai Faktor yang Bisa Menjadi Penyebabnya

Patung kuda itu bukan satu-satunya yang membuat warga resah. Di titik-titik tertentu, berdiri pula patung ular, harimau, hingga sosok menyerupai makhluk gaib dengan wajah menyeramkan.

Letaknya tersebar, seperti menjaga wilayah-wilayah tertentu di desa. Beberapa warga percaya, patung-patung ini bukan sekadar hiasan, melainkan penjaga yang hidup, bahkan bisa berinteraksi dengan dunia manusia.

Warga yang tinggal di bagian bawah desa kerap mengeluhkan perasaan tidak nyaman saat melewati tugu besar yang mereka sebut sebagai gerbang.

Editor : Bas

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================