Hayam Wuruk: Raja Muda yang Membawa Majapahit ke Masa Keemasan

Hayam Wuruk
Hayam Wuruk Raja Muda yang Membawa Majapahit ke Masa Keemasan. (Foto: Ist)

BOGORTODAY.COM Hayam Wuruk naik tahta Majapahit pada usia yang sangat muda, menggantikan ibunya, Tribhuwana Tunggadewi. Peristiwa bersejarah ini menandai awal dari salah satu masa kejayaan terbesar dalam sejarah Nusantara.

Tribhuwana Tunggadewi sendiri merupakan perempuan pertama yang memerintah Majapahit. Putri dari Raden Wijaya—pendiri kerajaan ini—ia memimpin dengan kebijaksanaan dan ketegasan, didampingi Mahapatih Gajah Mada.

BACA JUGA :  KaBogorFest 2026 Resmi Dibuka, Bupati Bogor Ajak Masyarakat Meriahkan HJB ke-544

Naik tahta setelah kemangkatan ibunya, Gayatri Rajapatni, Tribhuwana memerintah hingga tahun 1351 M sebelum kembali menjadi Bhre Kahuripan.

Pada usia 16 tahun, Hayam Wuruk telah ditetapkan sebagai raja muda meski belum menikah. Setahun kemudian, ia resmi menjadi raja menggantikan sang ibu.

Lahir pada tahun 1334 M, kelahirannya diiringi peristiwa luar biasa: letusan Gunung Kelud, gempa bumi di Panbanyu, dan ikrar Sumpah Palapa oleh Gajah Mada. Momen ini dipercaya sebagai simbol kebangkitan spiritual dan politik Majapahit.

BACA JUGA :  Dugaan Korupsi Program MBG: Pengadaan Motor Listrik Bernilai Triliunan Rupiah Jadi Sorotan

Sebagai raja, Hayam Wuruk tak hanya dikenal karena kepemimpinannya. Ia memiliki hobi unik: menari, menjadi dalang, dan tampil sebagai pelawak wayang. Dalam seni pedalangan, ia dikenal dengan nama Tirtaraju.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : iNews

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================