
BOGORTODAY.COM – Sampah di sini bukan sekadar dibuang. Ia disimpan, ditabung dan pada waktunya dicairkan. Bukan di bank konvensional, melainkan di bank sampah, yang justru bisa membuat warga mengantongi ratusan ribu, bahkan jutaan rupiah per tahunnya.
Itulah yang terjadi di Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Selama lima tahun terakhir, desa ini mengelola Bank Sampah Induk Mandiri yang mayoritas diurus oleh para ibu rumah tangga. Hasilnya luar biasa.
Pada 2024 saja, mereka berhasil mengolah 134 ton sampah. Jumlah ini, kalau ditumpuk, mungkin benar-benar membentuk “Gunung Putri” seperti nama desanya.
Sabtu (9/8/2025) siang, RW 8 Desa Gunung Putri kedatangan Prudential Indonesia melalui program Pru-Volunteer, berkolaborasi dengan Habitat for Humanity Indonesia. Kegiatan yang digelar mulai dari pembuatan lubang biopori, edukasi pengolahan sampah, hingga mengajak warga memilah sampah dari rumah.
“Masalah sampah di Kabupaten Bogor sudah darurat. Kalau bisa berhenti di desa, pemerintah kabupaten akan sangat terbantu,” kata Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri, yang menyambut kedatangan relawan.
Selain mengurangi timbunan sampah, keberadaan bank sampah ini membawa keuntungan ekonomi nyata. Warga yang rajin memilah dan menyetor sampah bisa meraih tabungan Rp400 ribu–Rp500 ribu per tahun. Uang itu biasanya dicairkan menjelang Ramadan, momen yang pas untuk membeli sirup, kue kering, atau baju baru.
Editor : Bas
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















