
Ketua Bank Sampah Induk Mandiri Desa Gunung Putri, Rina Hatibie mmenuturkan, penghasilan dari penjualan sampah rumah tangga bervariasi.
“Ada yang hanya ratusan ribu setahun, tapi ada juga yang sampai jutaan rupiah, tergantung seberapa rajin mereka setor sampah,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, bulan ini Bank Sampah Gunung Putri akan meluncurkan unit baru di sekolah-sekolah untuk mengajarkan literasi lingkungan sejak dini.
Prudential dan Habitat for Humanity pun akan mengirimkan mesin pengolahan sampah otomatis, melengkapi gedung pengolahan yang sudah berdiri.
Dengan segala prestasi itu, Desa Gunung Putri kini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain. Dari plastik dan kardus bekas, warga membuktikan bahwa sampah bukan lagi masalah, melainkan sumber cuan yang tak terduga. (CR4)
Editor : Bas
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















