
“Lubang besar di tanjakan yang paling berbahaya sudah kami tutup sementara. Kalau menunggu pemerintah, korban bisa bertambah,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Minimnya penerangan jalan juga membuat jalur ini sangat rawan terutama pada malam hari. Rudi (35), seorang petani yang rutin melewati jalan tersebut, mengaku merasa was-was saat melintas di malam hari.
“Lewat sini malam-malam rasanya seperti uji nyali. Apalagi kalau bawa barang atau hasil panen, salah langkah bisa jatuh ke pinggir jalan,” ujarnya.
Jalur ini merupakan nadi perekonomian warga Sukamakmur dan Citeureup karena menjadi akses utama bagi hasil panen sayur dan buah ke pasar, serta digunakan pelajar, pekerja pabrik, dan wisatawan menuju kawasan Puncak 2.
Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor untuk segera melakukan perbaikan permanen dan memasang penerangan di titik-titik rawan agar kecelakaan dapat dihindari.(CR4)
Editor : Bas
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















