Kaspersky Peringatkan Ancaman “Dark AI” yang Dirancang untuk Kejahatan Digital

BOGORTODAY.COM – Perusahaan keamanan siber Kaspersky memperingatkan maraknya ancaman “Dark AI”, yakni kecerdasan buatan yang digunakan secara khusus untuk merancang dan melancarkan kejahatan digital.

Teknologi ini memanfaatkan model bahasa besar (large language model/LLM) tanpa pengawasan dan aturan yang memadai, sehingga dapat disalahgunakan untuk tujuan yang tidak etis.

Kepala Tim Riset Analisis Global Kaspersky untuk META dan APAC, Sergey Lozhkin, menjelaskan Dark AI memungkinkan pembuatan malware, penulisan email phishing dengan bahasa yang meyakinkan, hingga pembuatan deepfake untuk penipuan.

“Kita memasuki era di mana AI bisa jadi perisai, tapi Dark AI adalah pedangnya,” ujar Lozhkin dalam keterangan resmi, Selasa (11/8/2025).

BACA JUGA :  Kontrakan Jadi Gudang Tembakau Sintetis, Dua Bandar Dibekuk

Contoh Dark AI yang populer antara lain Black Hat GPT, WormGPT, DarkBard, FraudGPT, dan Xanthorox. Teknologi ini kerap dimanfaatkan untuk penipuan, peretasan, dan operasi siber otomatis berskala besar.

Menurut Kaspersky, pelaku Dark AI umumnya adalah kelompok kriminal terorganisir yang mampu menjalankan operasi siber kompleks, termasuk menyamar dengan identitas palsu, berkomunikasi real-time dengan korban, dan memproduksi konten dalam berbagai bahasa untuk menembus filter keamanan konvensional.

Temuan Kaspersky sejalan dengan laporan OpenAI yang menyebut telah memblokir lebih dari 20 aktivitas mencurigakan yang terindikasi memanfaatkan platform mereka untuk serangan siber.

BACA JUGA :  IATA Soroti Kebiasaan Penumpang Membawa Barang Saat Evakuasi Darurat Pesawat

Lozhkin menegaskan, AI pada dasarnya tidak memiliki moral atau etika untuk menilai baik buruknya suatu perintah.

AI hanya mengikuti instruksi. Bahkan dengan perlindungan, ancaman dari penyerang yang gigih tetap ada,” ujarnya.

Kaspersky mengimbau organisasi dan individu di Asia Pasifik untuk memperkuat kebersihan keamanan siber (cyber hygiene), berinvestasi dalam sistem deteksi ancaman berbasis AI, serta memahami bagaimana teknologi ini dapat dieksploitasi.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================