Rusia Akui Kembangkan Rudal Nuklir Selama Moratorium, Klaim Persenjataan Substansial

Awal Agustus, Rusia mencabut moratorium sepihak itu, menuding Amerika Serikat (AS) dan sekutunya mengembangkan dan mempersiapkan pengerahan rudal jarak menengah di Eropa dan wilayah lain.

Moskow menilai langkah AS menciptakan ancaman langsung terhadap keamanan Rusia serta berpotensi memicu eskalasi ketegangan antara kekuatan nuklir.

BACA JUGA :  Puluhan Pelajar Indonesia Rampungkan Program Pertukaran di Amerika Serikat, Bawa Pengalaman Internasional ke Tanah Air

Perjanjian penghapusan rudal jarak menengah dan pendek berbasis darat antara Uni Soviet dan AS yang diteken 1987 telah runtuh sejak AS keluar pada 2019 di masa Presiden Donald Trump, dengan tuduhan pelanggaran oleh Rusia yang dibantah Moskow.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================