
Bagi warga berpenghasilan rendah, selisih harga seperti itu sangat berarti. Uang yang dihemat bisa dialihkan untuk kebutuhan lain seperti biaya sekolah anak atau pembayaran tagihan bulanan.
“Sekarang semua serba naik, mulai dari beras, telur, sampai cabai. Kalau ada kegiatan seperti ini jelas membantu banget,” kata Umiyati.
Pemerintah Kabupaten Bogor menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk intervensi langsung untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar.
“Kami akan menggelar kegiatan ini secara berkala di berbagai kecamatan, agar lebih banyak warga yang merasakan manfaatnya,” ujar perwakilan DKP.
Data DKP mencatat, lonjakan harga bahan pokok di Kabupaten Bogor dipengaruhi faktor musim, distribusi, dan kenaikan harga di tingkat produsen. Intervensi melalui gerakan pangan murah diharapkan mampu menekan inflasi pangan lokal serta melindungi daya beli masyarakat.
Sekitar pukul 10.00 WIB, sebagian besar stok barang habis terjual. Warga yang datang terlambat hanya bisa menyaksikan sisa aktivitas.
“Mudah-mudahan lebih sering diadakan dan stoknya lebih banyak, jadi semua warga bisa kebagian,” keluh Siti, warga lain yang tidak kebagian minyak goreng. (CR4)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















