
Solusi:
Jika dapur terlanjur dibangun tanpa ventilasi, bisa diakali dengan pemasangan AC atau kipas angin. Namun, kipas hanya membantu sirkulasi udara, bukan menurunkan suhu. Exhaust fan juga bisa menjadi pilihan efektif untuk membuang udara panas keluar.
- Pengaruh Cuaca dan Curah Hujan
Suhu udara yang turun drastis saat musim hujan membuat kandungan uap air di udara meningkat. Jika dapur memiliki akses langsung ke luar, seperti pintu belakang, udara lembap akan mudah masuk dan membuat ruangan terasa sesak.
Solusi:
Gunakan cat tahan air (waterproof) pada dinding luar dapur yang juga anti-jamur dan anti-lumut. Lakukan waterproofing pada atap untuk mencegah rembesan air hujan yang dapat memperburuk kelembapan.
- Lantai yang Tidak Tahan Air
Lantai yang selalu terasa basah atau dingin meskipun cuaca panas bisa menjadi tanda adanya kelembapan dari bawah tanah. Ini terjadi jika lapisan semen tidak kedap air, sehingga air tanah merembes ke permukaan.
Solusi:
Jika kondisinya sudah parah, mau tidak mau lantai perlu dibongkar hingga fondasi untuk memasang lapisan yang lebih kedap air.
- Lokasi Dapur Dekat Kamar Mandi
Selain kurang ideal secara feng shui, posisi dapur yang berdekatan dengan kamar mandi juga rentan menambah kelembapan. Kamar mandi yang sering basah, jarang kering, dan minim ventilasi bisa memengaruhi kondisi udara di sekitar dapur.
Solusi:
Pasang exhaust fan di kamar mandi untuk membuang udara lembap keluar. Menaruh kapur barus atau kamper juga dapat membantu mengurangi kelembapan.
Dapur yang panas dan lembap bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga kesehatan penghuni rumah.
Dengan memperhatikan sirkulasi udara, perlindungan terhadap air hujan, ketahanan lantai, dan tata letak ruangan, dapur bisa menjadi tempat yang sejuk, bersih, dan menyenangkan untuk beraktivitas.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















