
“Dengan edukasi sejak SD, mereka akan tahu pentingnya Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Kesadaran ini perlu dipupuk sejak dini agar setiap pekerja, baik formal maupun informal, paham bahwa mereka berhak mendapatkan perlindungan dari risiko pekerjaan,” jelas Pramudya.
Sejak 2024 hingga kini, sosialisasi Modul Muatan Jaminan Sosial telah dilakukan di 11 wilayah untuk tingkat SMA, SMK, dan MA/sederajat, dengan total 233 sekolah. BPJS Ketenagakerjaan menargetkan perluasan program hingga jenjang pendidikan dasar.
Menurut Pramudya, penguatan literasi ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo yang menekankan peningkatan lapangan kerja berkualitas dan pembangunan SDM.
Program jaminan sosial disebut menjadi jaring pengaman kesejahteraan dan pencegah kemiskinan baru, sekaligus pondasi menuju Indonesia Emas 2045.
“Kami berterima kasih atas dukungan Kemenko PM, DJSN, BPJS Kesehatan, serta Kementerian dan Lembaga lainnya. Literasi jaminan sosial dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi diharapkan membentuk budaya sadar jaminan sosial sejak dini, agar masyarakat bisa kerja keras tanpa rasa cemas,” tutupnya.
Acara tersebut turut dihadiri Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti, perwakilan DJSN, sejumlah kementerian/lembaga, dan rektor dari berbagai universitas.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















