BOGORTODAY.COM – Ayam jadi salah satu bahan makanan paling populer di meja makan orang Indonesia. Selain rasanya lezat dan mudah diolah, daging ayam juga dikenal sebagai sumber protein yang relatif murah dibandingkan daging sapi.
Mengutip Eating Well, daging ayam kaya akan nutrisi penting seperti selenium, fosfor, dan niasin (vitamin B3).
Protein pada ayam juga mengandung 9 jenis asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. Tak heran, ayam kerap jadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan protein harian.
Namun, meski menyehatkan, mengonsumsi ayam setiap hari ternyata tidak sepenuhnya dianjurkan. Terlalu sering makan ayam, apalagi jika tidak diolah dengan cara sehat, bisa menimbulkan risiko bagi kesehatan.
- Berat Badan Naik
Asupan protein idealnya hanya 10–35% dari total kalori harian. Jika berlebihan, kelebihan protein akan disimpan tubuh sebagai lemak.
Hal ini dapat memicu kenaikan berat badan serta meningkatkan kadar lipid darah yang berisiko pada kesehatan jantung.
- Risiko Keracunan Makanan
Menurut Times of India, ayam mentah sangat rentan terkontaminasi bakteri berbahaya seperti Salmonella dan Campylobacter.
Jika ayam tidak dimasak sempurna atau terjadi kontaminasi silang dengan bahan makanan lain, risiko keracunan bisa meningkat—terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
- Kadar Lemak Jenuh dan Kolesterol Meningkat
Meskipun lebih rendah lemak dibandingkan daging merah, bagian ayam dengan kulit mengandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi.
Mengutip Only My Health, konsumsi lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Pilihan yang lebih aman adalah mengonsumsi ayam tanpa kulit.
- Ketidakseimbangan Nutrisi
Hanya mengandalkan ayam sebagai sumber protein berarti Anda bisa kehilangan nutrisi penting yang ada pada sumber protein lain, seperti ikan, telur, dan kacang-kacangan. Misalnya, omega-3 yang penting untuk jantung dan otak, tidak banyak terdapat pada ayam.
- Paparan Antibiotik dan Hormon
Di beberapa tempat, ayam diternak menggunakan antibiotik dan hormon pertumbuhan. Konsumsi ayam dengan residu ini secara terus-menerus dapat mengganggu keseimbangan hormon tubuh dan meningkatkan risiko resistensi antibiotik.
Ayam tetap bisa menjadi pilihan protein yang sehat jika diolah dengan benar, dimakan dalam porsi wajar, dan diimbangi dengan sumber protein lain. Variasi makanan adalah kunci untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh secara optimal.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















