‎Bertahan Hidup dari Gunungan Sampah, 600 Warga Galuga Masih Andalkan TPAS Galuga

TPA Galuga
Ratusan warga Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang setiap hari masih banyak mengantungkan hidupnya di Tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) Galuga. (Dok: Ilham Ariyansyah -Bogortoday)

BOGORTODAY.COM – Ratusan warga Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang setiap hari masih banyak mengantungkan hidupnya di Tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) Galuga.

‎Para pemulung tersebut sebisa mungkin membuat bedeng untuk mengepul sampah plastik, kardus dan logam untuk di jual kembali. Dalam sehari mereka bisa mengaisi rejeki Rp 50 ribu sampai Rp 200 ribu rupiah.

‎‎Salah satu pemulung Nenek Mami misalnya, ia mengaku dalam sehari dari hasil mengumpulkan plastik, kardus bekas dan besi paling sedikit mendapatkan Rp 50 ribu.

BACA JUGA :  Harga Honda CRF250 Series Naik, CRF250 Rally Kini Hampir Tembus Rp 100 Juta

Menurut Mami Ketika hasil memilah sampah hasilnya semakin banyak bisa mencapai Rp 200 ribu, tergantung rejekinya.

‎”Udah 15 tahun bekerja  memilah sampah, hasil memulung bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Jika sedang bagus, dirinya bisa mendapatkan uang Rp 200 ribu per hari,” ucapnya.

Disisi lain, menurut ‎Kepala Desa Galuga, Endang Sujana mengungkapkan mereka yang mengais rezeki di TPAS Galuga tercatat sekitar 1.000 orang.

BACA JUGA :  Bogor Nanjeur, Harapan HJB Ke-544 untuk Kota Bogor yang Lebih Maju

Endang mengatakan, untuk warga asli Desa Galuga ada 600 orang, sisanya ada berada di desa sekitar TPAS Galuga, seperti Desa Cijujung, Desa Dukuh dan ada juga dari luar Kecamatan Cibungbulang .

‎”Masyarakat Desa yang menggantung hidup di TPAS Galuga kebanyakan di Kampung Cimanggir RT 05,07,08,09 dan 11,” katanya.

Wartawan : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================