‎Bertahan Hidup dari Gunungan Sampah, 600 Warga Galuga Masih Andalkan TPAS Galuga

‎Sejak pagi, para pemulung sudah memilah sampah  TPAS Galuga sejak dan sorenya anak -anak usai mereka pulang sekolah

Dalam sehari dari memilah sampah, mereka  bisa mendapatkan uang Rp 50 ribu sampai Rp 200 ribu.  Ketika beruntung, ada juga pemulung yang mendapat barang berharga yang terbuang di TPAS Galuga.

‎”Kalau pemulung dibilang orang  tidak mampu nga juga. Mereka memulung karena profesi dan itu merupakan cara paling mudah untuk mencari uang,” ujar Kades Endang.

BACA JUGA :  Toyota Fortuner Seruduk Warung di Kemang, Pengendara Motor Tewas

‎Endang mengungkapkan keberadaan pemulung di TPAS Galuga sudah ada sejak tahun 1984. Mereka yang mengais rezeki dengan cara memilah sampah sudah dilakukan turun menurun .

‎Menurut Endang, para pemulung yang berada di TPAS Galuga sangat berjasa dan membantu pemerintah dalam hal menangani persoalan sampah plastik.

BACA JUGA :  Sambut Hari Lingkungan Hidup, Warga Mekarjaya dan PTPN IV Regional I Normalisasi Sungai Cikalong

‎Untuk itu, dirinya berharap pemerintah memperhatikan para pemulung dengan menyiapkan peralatan seperti sepatu boot.

‎”Kita meminta pemerintah mengabulkan usulan pemerintah Desa yakni perluas lahan TPAS Galuga seluas 125 Hektar. Selain itu, area TPAS Galuga di pasang sirene atau speaker. Ketika terjadi longsor atau musibah, para pemulung disekitar Galuga bisa langsung cepat dievakuasi,” tandasnya.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Wartawan : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================