
Pilot project pertama dilaksanakan di Kelurahan Cilendek Timur dengan dukungan penuh dari lurah setempat, serta partisipasi aktif warga. “Mudah-mudahan berjalan lancar dengan dukungan semua pihak, termasuk media. Anggaran kami manfaatkan melalui CSR, dukungan NGO peduli lingkungan, serta Perumda Tirta Pakuan,” jelas Haris.
Ia menegaskan, masyarakat harus menghentikan pembakaran sampah. Meski kualitas udara Kota Bogor saat ini masih tergolong baik, tren lima tahun terakhir menunjukkan penurunan. “Jika tidak ada langkah nyata, kualitas udara bisa semakin menurun. Ini juga memperkuat surat edaran wali kota tahun 2025 tentang larangan pembakaran sampah,” katanya.
Sementara itu, Lurah Cilendek Timur, Dedy Rusmana, menyambut baik inisiatif DLH. Ia mengatakan, kegiatan ini diikuti para ketua RW dan perwakilan warga dari 12 RW di wilayahnya.
“Kami juga dipinjamkan alat pemantau kualitas udara dengan radius 1–2 kilometer. Alhamdulillah, warga Cilendek Timur sudah tidak lagi membakar sampah. Tinggal bagaimana kami terus memantau dan melakukan sosialisasi,” ujar Dedy.
Editor : Aditya Nugraha
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















