BOGORTODAY.COM – Kementerian Sosial (Kemensos) mengungkap temuan mengejutkan: hampir 50 ribu penerima bantuan sosial (bansos) di Jawa Barat terindikasi melakukan aktivitas judi online (judol). Nilai transaksi yang tercatat pun fantastis, mencapai Rp 199 miliar.
Bansos Salah Sasaran?
Menanggapi temuan itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut ada masalah mendasar dalam kriteria penerima bansos. Menurutnya, bansos yang diberikan kepada warga usia produktif justru berisiko besar disalahgunakan.
“Ketika yang menerima bansos main judol, berarti kan usianya usia produktif. Nah, bansos ini harusnya diarahkan pada mereka yang tidak punya usia produktif. Usia-usia yang sudah sangat tua, yang sudah renta, itu dapat bansos. Tapi kalau orang umurnya 40 tahun, 45 tahun, dia masih bisa bekerja. Nah, menerima bansos kalau jadi problem,” kata Dedi di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (22/8/2025).
Kecemburuan Sosial
Dedi juga menyoroti banyaknya warga lansia yang tidak lagi memiliki kemampuan fisik, bahkan usia di atas 70 tahun, justru tidak mendapatkan bansos.
“Problem-nya adalah kecemburuan sosial, yaitu ada orang yang dianggap punya kemampuan ekonomi terima bansos, ada orang yang tidak punya kemampuan ekonomi, tidak punya kemampuan fisik, karena usianya sudah sangat tua, sepuh, usianya 75, 80, tidak dapat,” jelasnya.
Usulan Pendataan Ulang
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















