
Dalam 24 jam pengamatan terakhir pada Minggu (24/8/2025), aktivitas kegempaan Gunung Semeru cukup intens. Tercatat:
- 44 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10–22 mm dan durasi 54–183 detik.
- 5 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–6 mm dan durasi 49–90 detik.
- 14 kali gempa embusan dengan amplitudo 3–9 mm dan durasi 35–90 detik.
- 1 kali gempa harmonik dengan amplitudo 3 mm dan durasi 65 detik.
- 7 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 7–33 mm.
Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini masih berstatus Waspada (Level II).
Rekomendasi PVMBG
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan beberapa imbauan kepada masyarakat:
- Tidak beraktivitas di sektor tenggara, sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 km dari puncak.
- Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai Besuk Kobokan, karena potensi awan panas dan aliran lahar dapat meluas hingga 13 km dari puncak.
- Hindari aktivitas dalam radius 3 km dari kawah/puncak, karena rawan lontaran batu pijar.
Masyarakat di sekitar Gunung Semeru juga diminta waspada terhadap kemungkinan awan panas guguran, lava pijar, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak, khususnya Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
“Warga harus selalu waspada, terutama saat musim hujan, karena potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” tambah Sigit.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















