BKKBN Gencarkan Program Bangga Kencana, Achmad Ru’yat Tekankan Peran Ayah

Sementara itu, Sekretaris Dinas P3AP2KB Kabupaten Bogor, Drs. Rusman Taufik, M.Si., menjelaskan bahwa wilayah Kabupaten Bogor dengan 46 kecamatan dan 435 desa/kelurahan memiliki tantangan kependudukan tersendiri. “Kabupaten Bogor istimewa karena jumlah laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan. Terkait program Bangga Kencana, kami ingin mewujudkan kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui program UPPKA untuk mendukung UMKM keluarga,” jelasnya.

Rusman juga menyoroti pentingnya data dalam pelaksanaan program. Menurutnya, BKKBN telah menyiapkan aplikasi Sistem Informasi Keluarga (SIGA) untuk memperkuat basis data. Ia menambahkan, dalam upaya menekan angka stunting sesuai Perpres Nomor 72 Tahun 2021, fokus sasaran adalah calon pengantin, ibu hamil, bayi balita, dan ibu pasca persalinan.

BACA JUGA :  Depok Siapkan Angkot Listrik Wuling Mitra EV untuk Warga

Adapun Pranata Humas Ahli Pertama BKKBN Provinsi Jawa Barat, Roy Primera, S.I.Kom., menegaskan bahwa program BKKBN saat ini masih berfokus pada penanganan stunting. “Di Jawa Barat, angka stunting masih tercatat 19,3 persen. Program-program seperti GATI, GENTING, dan SIDAYA terus didorong sebagai langkah strategis. Titipan program dari Kemendukbangga ini harus didukung penuh berbagai pihak demi tercapainya Indonesia Emas 2025,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Sudaryono Resmi Pimpin BGN, Fokus Benahi Tata Kelola

Roy juga mengingatkan pentingnya imbauan yang disampaikan Achmad Ru’yat agar para ayah menghindari kebiasaan merokok. Hal ini dinilai berpengaruh terhadap kesehatan keluarga dan kualitas generasi penerus.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================