
Menteri Pertahanan Belarusia, Viktor Khrenin, menyampaikan bahwa latihan militer tahun ini akan mencakup berbagai skenario, seperti operasi kontra-sabotase, penggunaan drone tempur, gangguan elektronik, dan serangan berskala besar.
Rusia juga berencana meluncurkan rudal hipersonik jarak menengah bernama Oreshnik dalam latihan tersebut. Rudal ini pertama kali digunakan dalam konflik pada November 2024, dengan sasaran fasilitas militer Ukraina Yuzhmash di Dnipro. Menurut pejabat Rusia, kekuatan destruktif rudal Oreshnik setara dengan senjata nuklir berdaya ledak rendah.
Pada Desember 2024, Belarus dan Rusia menandatangani perjanjian keamanan yang menyatakan komitmen kedua negara untuk saling mempertahankan kedaulatan jika menghadapi serangan.
Setahun sebelumnya, Rusia telah menempatkan senjata nuklir taktis dan rudal balistik jarak pendek di wilayah Belarusia sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan dengan negara-negara Barat.
Presiden Lukashenko juga mendorong agar pengiriman rudal Oreshnik dipercepat sebelum akhir tahun 2025. (mg1)
Editor : Samudera
Sumber : iNews
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















